Minggu, 04 November 2012

GUNA SEJARAH
                Orang tidak akan belajar sejarah bila tidak ada gunanya. Kenyataan bahwa sejarah harus di tulis oleh orang di semua pradaban dan sepnjang waktu, sebenarnya cukup menjadi bukti bahwa sejarah itu perlu. Sejarah itu berguna secara intrinsik dan ekstrinsik.
1.       Guna Intrinsik.
Ada 4 guna sejarah secara intrinsic, yaitu :
a.       Sejarah sebagai ilmu
Banyak contoh sejarawan bukanlah orang yang memang terdidik untuk menjadi sejarawan, tetapi penulis sejarah bisa dari mana saja. Kenyataan bahwa sejarah menggunakan bahasa sehari-hari, tidak menggunakan istilah-istilah teknis, memperkuat keterbukaan yang dapat membuat siapapun mengaku sebagai sejarawan yang sah, asal hasilnya dapat di pertanggungjawabkan sebagai ilmu.

b.      Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau.
Bersama dengan mitos, sejarah adalah cara untuk mengetahui masa lampau. Bangsa yang belum mngenal tulisan mengandalkan mitos; dan yang sudah mengenal tulisan pada umumnya mengandalkan sejarah. Ada dua sikap terhadap sejarah setelah orang mengetahui masa lampaunya, yaitu melestarian atau menolaknya.

c.       Sejarah sebagai pernyataan pendapat
d.      Sejarah sebagai profesi

2.       Guna Enstrinsik
Secara umum sejarah mempunyai fungsi pendidikan, yaitu sebagi pendidikan moral, penalaran, politik, kebijakan, perubahan, masa depan, keindahan dan ilmu bantu. Selain sebagai pendidikan, sejarah juga berfungsi sebagai latar belakang, rujukan, dan bukti.

a.       Sejarah sebagai ilmu pendidikan penalaran.
Menjadi sejarawan memaksa orang menjadi penyabar. Peristiwa sejarah itu tidak dapat di paksa, atau di tolak, semuanya harus sabar menunggu. Sejarah memaksa orang utnuk memperhitungkan waktu. Berfikir secara sejarah berarti berfiir berdasarkan perkembangan. Orang harus memperhitungkan masa lalu untuk dapat membicarakan mas kini, dan masa kini untuk masa depan. Sejarah dapat menjadi ilmu manajemen perkeembangan.

b.      Sejarah sebagai ilmu bantu
Belajar sejarah penting untuk ilmu-ilmu yang jauh, seperti kehutanan, arsitektur, kedokteran dan perencanaan kota. Untuk dapat mengelola hutan dengan baik perlu di pelajari sejarah pengelolaan hutan di masa lampau, di samping belajar konsep-konsep baruseperti hutan social. Banyak bngunan lama di caantumkn dalam arsip di bwaha judul bangunan sipil.  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar